Patah hati adalah salah satu kondisi yang sering dialami oleh orang-orang yang jatuh cinta.
Penyebabnya sangat beragam, mulai dari ditinggalkan oleh orang yang disayangi, hingga cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Diakui atau tidak, patah hati pasti akan melukai perasaan yang mungkin bisa disembunyikan dan tidak terlihat.

Tetapi, luka yang disebabkan karena patah hati adalah nyata, dan terasa.
Bahkan, perasaaan yang terlukan karena patah hati bisa berimbas pada kesehatan secara fisik,
Banyak ilmuwan yang meniliti dan beberapa studi menemukan, patah hati bisa berbahaya untuk orang yang mengalaminya.
Berikut ini adalah analisis patah hati menurut para ilmuwan, yang disebut bisa menimbulkan masalah pada kesehatan.

Memengaruhi fungsi otak
Perasaan yang terluka akibat dari patah hati ternyata mampu mempengaruhi fungsi otak penderitanya.
Hal ini dijelaskan melalui artikel Guy Winch, seorang psikolog yang artikelnya dimuat dalam Psychology Today.
Menurutnya, patah hati bisa memiliki dampak yang luar biasa pada otak.
Patah hati bahkan dapat memengaruhi cara berfikir dan fungsi lainnya secara luas.
Beberapa fungsi otak seperti berpikir, fokus, bahkan hingga kemampuan kognitif bisa terpengaruh karena patah hati.

Patah hati bisa membunuh
Selain berpengaruh pada fungsi otak dalam berpikir, patah hati juga berpengaruh pada kesehatan.
Bahkan patah hati bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius dan dapat berujung pada kematian.
Menurut sebuah studi yang dilakukan Beth Israel Deaconess Medical Center, patah hati ternyata benar-benar bisa membunuh seseorang.
Dilansir dari sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Positive Psychology, patah hati bisa meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 21 kali dalam 24 jam pertama.
Selain itu, risiko serangan jantung akan naik sebanyak 8 kali selama seminggu setelah kehilangan orang yang dicintai.

Waktu untuk move on
Move on adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan patah hati.
Menurut penelitian, sebanyak 71 persen dari 155 anak muda membutuhkan sekitar tiga bulan untuk menyembuhkan patah hati dan move on dari perpisahan mereka.
Dalam waktu tiga bulan inilah yang akan merubahnya tumbuh sebagai pribadi yang berorientasi pada tujuan.
Tetapi, angka tiga bulan ini hanyalah rata-rata, karena setiap orang memiliki waktu tersendiri dalam menyembuhkan luka dalam hatinya.


أحدث أقدم